Cara Menjadi Pria Idaman Dimata Wanita Menurut Ilmu Falsafah Jawa Part 2

Pada video bagian 1 kemarin saya sudah menjelaskan tentang makna huruf pertama dari kata PRIYA yaitu P. Sedikit mengingat bahwa Syarat Menjadi Pria Idaman Yang Selalu Ingin Dinikahi Para Wanita Dalam Falsafah Jawa yaitu seseorang harus mempunyai sifat pakarti atau pekerti. Bagi anda yang ketinggalan video kemarin, silahkan kembali ke video bagian 1 terlebih dahulu supaya lebih paham.

Nah di bagian ke 2 ini saya akan menjelaskan makna dari huruf R dan I. saya mulai dari huruf R.

Huruf “R” ini diartikan dengan istilah “Rukun” yaitu dapat menjalin komunikasi secara baik dengan sesama makhluk (dapat manjing ajur-ajer) yang berdasar pada sila yang ke Ill. antara lain dapat menggalang persatuan dan kesatuan kepada seluruh umat manusia untuk menciptakan suatu kedamaian. 

Maka dengan dasar “kerukunan” tersebut, jiwa seseorang dapat hidup dengan tenang dan damai (saling memberikan perlindungan). Adapun yang menjadi dasar hidup yang kuat ialah falsafah yang tersurat dalam wayang “semar” yang terlukis dengan aksara jawa, yang berbunyi sebagai berikut : 

“Baya sira arsa mardi kamardikan , aywa samar sumingkir ing dur kamurkan” 

Arti dari kalimat tersebut adalah : 

Baya sira arsa mardi kamardikan ialah merupakan penggambaran jika menginginkan suatu kesempurnaan dalam jiwanya harus dapat menyatukan antara lahir dan batin dalam langkah yang seirama. 

Lantas jalan apa yang harus dilewati dalam mensejajarkan antara lahir dan batin itu ? 

yaitu dengan media “memprimadonakan Sang Supiah atau lambang kesucian jiwa diatas ke empat nafsu (sedulur papat. kalima pancer) dengan nggentur teteki atau berprihatin serta melaksanakan puasa sunat yang telah diajarkan dalam tuntunan suci (agama).

Selanjutnya “Aywa samar sumingkir dur kamurkan” artinya dalam suatu keberhasilan aktivitas yang luhur harus dapat menanggalkan segala tindakan yang bersifat merugikan kepentingan orang lain atau dengan isti­lah “ngumbar angkara murka” yang menjadi otaknya adalah: “Sang Aluamah dan Amarah” yang sangat mengutamakan keegoisan atau ingin menang sendiri.

Selanjutnya saya bahas huruf ke 3, yaitu I, yang dikiaskan dengan “iman”.

Kata Iman disini dapat kaitan dengan hubungan “vertika” (manusia dengan Sang Pencipta).

Dengan dasar Iman. seyogyanya jangan terlalu melayang-layang dialam yang samar. sebab manusia itu bagaikan wayang kulit yang dimainkan oleh seorang dalang. Lantas siapa dalangnya?  tiada lain hanyalah yang Maha Kuasa (titah amung sak dermi anglampahi gusti ingkang murba). 

Dengan penjelasan tersebut maka manusia diwajibkan berusaha. serta mencari jalan kesuksesan dalam suatu kegiatan. Lebih singkatnya manusia dalam berusaha, jalur yang harus ditempuh adalah : Kridha, Kering, Sumeleh.

Tenang, saya akan terangkan lagi maknanya.

  1. Krida : yang dimaksudkan kridha ialah aktivitas kerja, maka dengan landasan tersebut, manusia didalam menyelesaikan suatu pekerjaan tidak dibenarkan hanya menggantungkan diri pada “suratan tangan”, tetapi harus diimbangi dengan menyingsingkan lengan baju demi keberhasilan salam 5suatu pekerjaan yang bertumpu pada potensi yang ada pada dirinya dan disesuaikan degan situasi dan kondisi yang dla pada diri kita. 
  2. Kering dalam arti bahasa jawa “kiri” yang artinya seorang priya harus dapat melepaskan serta menghindari sesuatu problem atau tindakan yang mana akan mengganggu kestabilan dalam hidup. Misalnya : suatu kegiatan atau tindakan-tindakan yang mungkin akan mengikis rasa keimanan serta memperendah kadar ketakwaan dan keimanan Kepada Yang Maha Kuasa , antara lain yang terkandung dalam istilah : Malima atau M5) hal itu harus dihindari dan jangan sampai menjangkiti serta mempengaruhi jiwa seseorang. 
  3. Sumeleh : yang artinya menerima segala sesuatu yang telah digariskan dari Yang Maha Kuasa dengan dasar “eling Ian waspada sarta narima ing pandum). dasar itulah yang menjadi tonggak sebagai pegangan hidup yang sangat kokoh, dan tidak bisa hanyut dalam kemurkaan.

Nah sampai disini video bagian ke 2. Untuk bagian ke 3 akan saya jelaskan huruf ke 4 dan 5 dari kata priya, yaitu Y dan A. Untuk itu silahkan subcribe channel ini supaya anda tidak ketinggalan update video berikutnya.

Sekian dari saya, terima kasih sudah menyimak,

Related posts